Setiap orang tentunya memiliki kecenderungan masing-masing dalam hal belajar. Mungkin, teman-teman ada yang cenderung belajar melalui gambar/simbol, suara, atau mungkin ada yang belajar melaui keduanya. Nah, untuk lebih lanjutnya yuk kita cari tahu tipe belajar seperti apa sih kita sebenarnya. Check this out!
Berdasarkan penelitian Bobbi de Porter (1999) bahwa kecenderungan manusia untuk belajar meliputi 3 tipe, yaitu tipe belajar visual, tipe belajar auditorial, dan tipe belajar kinestetik.
1. Tipe Belajar Visual
Sesorang yang memiliki gaya belajar visual lebih paham tentang sesutau hal jika membaca atau melihat ilustrasi atau gambar. Hal ini meunjukkan kecenderungan modalitas yang ada pada seseorang adalah mudah untuk mengetahui modalitas orang lain dengan memperhatikannya melalui indra penglihatan mata.
Kita dapat mendeteksi apakah kita termasuk tipe ini atau bukan dengan melihat ciri-ciri berikut :
- Rapi dan teratur
- Berbicara dengan cepat
- Dapat merencanakan dan mengatur jangka panjang dengan baik
- mengingat apa yang dilihat daripada didengar
- Tidak terganggu oleh keributan
- Lebih suka membaca daripada dibacakan
- Mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun presentasi
- Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
- Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal, kecuali ditulis
- Lebih suka melakkukan demonstrasi daripada berpidato
- Lebih menyukai seni visual dari pada musik
2. Tipe Belajar Auditorial
Seseorang yang mempunyai tipe belajar auditorial lebih memfokuskan pada kemampuan pendengaran. Biasanya, lebih suka mendengarkan materi daripada membaca. Beberapa ciri yang dapat dipakai untuk mengetahui karakteristik tipe belajar auditorial, antara lain :
- Mudah terganggu oleh keributan
- Merasa kesulitaan untuk menulis, tetapi hebat dalam berbicara
- Lebih suka musik daipada seni visual
- Suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
- Menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
- Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara
- Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
- Lebih suka gurauan lisan daripada menulisa
- Mempunyai masalah dengan pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
- Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
- Bebicara dengan irama terpola
3. Tipe Belajar Kinestetik
Tipe belajar kinestetik merupakan tipe belajar yang lebih mudah menyerap makna praktik langsung dibandingkan hanya dengan melihat dan mendengar. Seseorang yang mempunyai tipe belajar kinestetik akan lebih baik dalam aktivitas bergerak dan interaksi kelompok. Seseorang dengan tipe ini agak sulit untuk diminta duduk lebih lama. Orang dengan tipe belajar ini biasanya melakukan aktivitas dalam kejenuhan. misalnya usil terhadap teman sebangkunya atau berbuat apa saja yang bisa menghilangkan kejenuhan.
Nah berikut ini ciri-ciri apakah teman-teman termasuk ke dalam tipe belajar kinestetik :
- Berbicara pelahan
- Menanggapi perhatian fisik
- Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
- Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang lain
- Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
- Mempunyai perkembangan otot-otot besar
- Belajar memanipulasi dan praktik
- Menghapal dengan cara berjalan dan melihat
- Menggunakan isyarat tubuh
- Tidak dapat duduk diam untuk waktu yang lama
- Tidak dapat mengingat geografi, kecuali pernah berada di tempat itu
- Menggunakan kata-kaat yang mengandung aksi
- Menyukai buku-buku yang berorietasi pada plot, mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
- Ingin melakukan segala sesuatu
- Menyukai permainan yang menyibukkan
Mengetahui tipe belajar dapat digunakan untuk menyesuaikan cara belajar kita. Kita dapat lebih mengoptimalkan belajar dengan cara memilih cara yang memang benar-benar sesuai dengan tipe belajar kita. Misalkan kita memiliki tipe belajar visual, berarti kita cenderung menyukai buku-buku pelajaran yang bergambar. Selain itu kita juga kurang bisa memahami materi dengan baik jika hanya mendengarkan penjelasan guru atau sekedar membaca saja. Untuk itu kita harus dapat membuat ringkasan sendiri tentang materi yang kita pelajari. Dengan begitu kita akan lebih mudah mengingat materi pelajaran.
Selain itu, kita juga perlu mengetahui tentang bagaimana caranya agar kita memiliki pedoman dan teknik belajar yang baik. Untuk itu kita harus mencermati prinsip-prinsip belajar berikut ini :
- Belajar harus bertujuan dan terarah.
- Belajar memerlukan bimbingan dari guru atau buku pelajaran itu sendiri.
- Belajar membutuhkan pemahaman tentang hal-hal yang dipelajari, sehingga benar-benar mengerti.
- Belajar memerlukan latihan dan ulagan agar hal-hal yang sudah dipelajari benar-benar dapat dikuasai.
- Belajar harus disertai dengan keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan.
- Belajar dapat dikatakan berhasil apbila kita telah mampu menjelaskan dengan bahasa kita sendiri dan sanggup menerapkan materi yang kita pelajari dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Itu tadi uraian dari tipe-tipe belajar. Sudah tahukan tipe belajar kalian seperti apa? Semoga bermanfaat 😊. Semangat berprestasi 💪
Sumber :
Widiasworo, Erwin. 2017. Smart Study. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.